Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seorang Ibu Kena PHK dan Mencoba Bisnis Baju Muslim Bisa Berpenghasilan Puluhan Juta Per Bulan

Salah satu peluang usaha mendekati bulan Ramadhan adalah bisnis baju muslim untuk lebaran. Peluang usaha ini menjanjikan karena mayoritas masyarakat Indonesia Beragama islam.

Di Indonesia sendiri pada saat lebaran ada tradisi menggunakan baju baru. Momen ini bagi Sebagian orang biasanya digunakan khusus sebagai waktu untuk membeli baju baru sekali dalam setahun. Tidak hanya baju tapi beberapa perlengkapan lainnya seperti jilbab, mukenah, kemeja, sajadah, tasbih, peci, Sepatu dan Sandal juga menjadi incaran.

Mendekati bulan Ramadhan, iklan dan stand penjualan baju muslim mulai banyak terlihat. Setiap hari ada saja iklan atau promosi baju muslim yang menggiurkan. Maka dari itu bisnis baju muslim untuk lebaran ini sangat direkomendasikan untuk anda yang ingin memulai bisnis.

Kisah Wanita Sukses Berwirausaha Baju Muslim

Kisah Wanita Sukses Berwirausaha Baju Muslim
Sumber Pict: news.detik.com

Bisnis busana muslim dan muslimah merupakan jenis usaha yang sangat menjanjikan untung besar. Karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Apalagi tingkat kesadaran umat muslim di tanah air terhadap penerapan nilai-nilai islam sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan tumbuh suburnya bank-bank syariah, perbankan syariah dan berbusana sesuai syariah. Untuk memenuhi kebutuhan akan pakaian muslim tersebut bermunculanlah toko-toko busana muslim dan muslimah baik secara online maupun secara fisik.

Salah seorang wanita yang ikut terjun dalam bisnis busana muslim adalah Muri Handayani. Sudah 7 kali jenis usaha telah ia lakoni. Namun semuanya gagal dan rugi. Tapi hal itu tak membuatnya menyerah. Ia sudah bertekad kuat untuk menjadi pengusaha hingga sukses. Perkenalannya dalam dunia bisnis dimulai ketika ia sedang berstatus sebagai mahasiswi di Universitas Budi Luhur kota Tangerang. Kala itu, ia membuka bisnis ayam bakar.

Wanita yang ramah dan murah senyum ini menyadari pentingnya mempunyai beberapa bisnis. Oleh sebab itu, disamping membuka usaha ayam bakar ia juga mendirikan bisnis penyewaan komputer. Kedua usaha tersebut berada di sekitar kampus dengan target mahasiswa yang sedang kuliah. Namun usaha ayam bakar dan rental komputer sepi dari konsumen apalagi ketika kampus sedang libur. Setelah diestimasikan rugi kedua model bisnis tersebut terpaksa ditutup.

Kemudian dengan modal keuangan yang mulai menipis, ia mencoba peruntungan dalam bisnis jualan berbagai macam aksesoris perempuan yang sedang booming. Ditambah lagi dengan usaha grosir buku dan usaha jualan pakaian anak-anak yang berkarakter. Hal itu membuatnya harus pandai mengatur waktu untuk bisnis dan kuliah. Karena minim pengalaman, akhirnya semua bisnis yang dijalankan oleh wanita yang akrab disapa Muri ini merugi dan gulung tikar. Ia sama sekali tidak mengetahui bagaimana cara menjalankan usaha secara menguntungkan.

Di tengah kegelisahan dan lesu tersebut, Muri bertemu dengan salah seorang teman karib yang bernama Dessy Artha Rini. Sahabat yang sejak kecil itu menawarinya sebuah bisnis pakaian muslim dengan potensi menjanjikan. Karena saat itu sedang populer busana muslimah di masyarakat Indonesia. Muri begitu hati-hati dalam menyikapi tawaran bisnis takut ia rugi lagi. Kemudian Muri belajar berbagai hal mengenai produksi dan pangsa pasar baju muslim, prospek usaha, target pasar, cara promosi bisnis baju muslimah, dan jenis barang fashion yang cocok dijual ke masyarakat luas.

Tanpa pikir panjang lagi, Muri sepakat kerjasama bisnis busana muslim dengan Dessy. Modal usaha dalam membuka bisnis produsen baju muslim pun digelontorkan oleh Muri sebesar Rp 20 juta yang dipakai untuk belanja bahan-bahan kain dan aksesoris. Bahan kain tersebut kemudian dibentuk menjadi pelapis jilbab atau jiput ninja. Tak lupa, ia memberikan nama produknya dengan brand RaZha yang khusus memproduksi siput ninja yang sedang populer saat itu.

Ternyata respon masyarakat muslimah terhadap kehadiran siput ninja buatan Muri sangat baik. Para pembeli terus membludak. Pelanggan setiap hari bertambah banyak. Orderan terus mengalir sampai ia kewalahan. Kesuksesan yang diraih wanita supel ini dalam bisnis busana muslim tak terlepas dari produk busana muslim yang dibuatnya sangat simpel dan unik serta harga produk yang ditawarkan sangat murah meriah sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 85 ribu per buah. Ditambah lagi dengan sistem distributor dan keagenan yang mencapai ratusan mitra di seluruh Indonesia.

Ditanya mengenai omzet usaha baju muslim perbulan, dengan tenang ia menyatakan keuntungan kotor bisnis pakaian muslimah sekitar Rp 80 juta / bulan. Konsumennya bukan hanya berasal di tanah air tapi juga hingga ke luar negeri seperti negara Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Jepang, Singapore, dan Malaysia. Bahkan permintaan menjadi distributor dan agen di negara tersebut terus tumbuh dengan pesat.

Cara Berbisnis Pakaian Muslim yang Menguntungkan

Untuk lebih jelas dan lengkap berikut ini beberapa cara membuka usaha baju muslim buat para pemula, antara lain:

1. Objek Busana Muslim

Ada banyak jenis busana muslim seperti baju muslim couple, sarimbit, baju pesta muslim, busana muslimah, baju koko, pakaian muslim, hijab, dan lain sebagainya. Anda harus memilih jenis pakaian muslim yang hendak dijual itu sedang trend dan jadi mode di masyarakat sekarang ini serta memiliki prospek dan pasar yang sangat bagus.

2. Suplier

Setelah memperoleh kepastian tentang produk busana muslim yang hendak dipasarkan selanjutnya mencari pemasok atau suplier baju muslim tersebut. Caranya bisa mencari informasi di internet melalui mesin pencarian google. Atau sobat bisa bertanya langsung kepada pemilik toko busana muslim terdekat di wilayah. Lalu bisa pula mencari suplier yang tepat melalui media massa cetak nasional dan daerah.

Selain itu, cara mendapatkan suplier bisa melalui referensi teman atau sahabat tercinta. Dan cara lain bisa dengan keliling daerah sobat untuk mencari pabrik dan produsen busana muslim yang diharapkan. Di desa penulis ada sebuah gerai usaha toko busana muslim yang menawarkan sistem kerjasama sebagai reseller atau dropshipper bagi baju muslimnya. Ini adalah peluang usaha yang bisa dimanfaatkan dengan baik. 

3. Kontak Kerjasama

Langkah berikutnya kunjungi atau kontak produsen busana muslim itu untuk mengadakan kerjasama. Pastikan pabrik pembuatan busana muslim itu memberikan harga jual bagi reseller dengan harga sangat murah. Hal ini ditujukan agar harga jual ke tangan konsumen bisa murah dan keuntungan bisa lumayan besar.

4. Lokasi Usaha

Setelah mendapatkan baju-baju muslim dari suplier, langkah selanjutnya adalah menentukan lokasi usaha bisa berupa sistem rumahan, toko, butik atau toko online. Jika membuka bisnis baju muslim secara fisik atau toko busana muslimah maka pastikan tidak ada pesaing atau tingkat kompetitor masih lemah. Lalu pastikan juga harga sewa lokasi sangat murah dan berada di tempat yang strategis sekali.

5. Promosi

Langkah terakhir adalah melakukan promosi usaha baju muslim yang bisa dilakukan dengan cara meminta bantuan kepada sahabat, anggota keluarga, kenalan, rekan kerja dll untuk menyebarkan bisnis busana muslim yang sobat miliki. Selain itu cara promosi jualan pakaian muslimah dapat mengunakan brosur, pamflet, spanduk, reklame, neon box, menggunakan medsos di internet dan lain sebagainya.

Artikel ini telah tayang di investasiuntung.com berjudul Cara Buka Bisnis Baju Muslim dan Memulainya buat Pemula